Lunturnya Budaya Ketimuran
Dahulu negara kita, Indonesia, sangat lekat dengan
adat dan budaya ketimuran. Budaya yang menjunjung tinggi nilai moral, etika,
dan kesopanan. Kegotong royongan membangun rumah, jalan dan memperbaiki
fasilitas umum itu mudah sekali kita temui namun sekarang sangat jarang kita
temui lagi, semua berpindah dari yang semula bekerja suka rela menjadi bekerja
karena mendapatkan bayara. Orang tua yang kala itu sangat disegani oleh
anak-anaknya, dihormati karena status yang melekat pada diri seakan mulai
luntur oleh perubahan waktu. Seiring dengan perkembangan teknologi dan adopsi budaya barat ke timur perlahan namun pasti budaya ketimuran mulai
luntur tak hanya dikota besar didaerah dan dipelosok terpencilpun terkena imbasnya. Sungguh perubahan itu begitu cepat sampai tak
terkendali seakan tanpa adanya filter lagi dari masyarakat. Mulai dari budaya
berpakaian, berbicara, berprilaku semua meniru budaya barat, yang membuat
prihatin anak kecil sudah bebas dipertontonkan hal yang dulu dianggab tabu,
peredaran video porno dan gambar pornografi dengan mudah dan cepat dapat
diakses melalui media sosial. Dimana control masyarakat saat ini, orang tua
juga seakan bersikap masa bodoh terhadap perkembangan anaknya. Disodori gadged
yang penting anaknya diam, tanpa dilakukan pengawasan.
Sering terdengar
berita dari media massa tentang tindak kekerasan yang dilakukan oleh teman,
orang terdekat dalam keluarga sendiri. Sungguh ironis negeri ini kemana adat
ketimuran itu dimana rasa tenggang rasa dan kepedulian itu sirna.Sikap masa
bodoh dan acuh tak acuh terhadap lingkungan tak terkontrol yang menyebabkan
munculnya berbagai masalah sosial.Saat ini marak kasus putih merah, putih biru
dan putih abu-abu yang secara tidak langsung mengancam keselamatan bangsa ini
karena generasi muda sebagai penerus bangsa memiliki
moral/prilaku yang salah arah. Dapat dibayangkan akan seperti apa Negara ini
nantinya dibawah kepemimpinan mereka nantinya.
Melalui tulisan ini
penulis mengajak pembaca sekalian mari kita tumbuhkan kembali rasa kepedulian
kita, rasa tenggang rasa dan kekeluargaan berawal dari sekeliling kita. Berawal
dari yang sederhana dan dari yang kecil
andai dilakukan penuh kesadaran secara bersamaan akan indah pada waktunya.
Komentar
Posting Komentar