MoU
M o U
Balai Rehabilitasi sosial WATUNAS
“Mulya Jaya” Jakarta
Dipagi yang cerah di penghujung bulan Januari 2019 BRS Watunas “Mulyajaya” Jakarta tidak seperti
biasanya aula balai sudah ramai kehadiran
tamu. Banyak dari mereka kaum intelektual yang hadir Dosen, Dekan, Psikolog
dari berbagai perguruan tinggi dan praktisi antara lain dari Universitas Indonesia, Universitas Islam
Negeri, STISIP Widuri, Uhamka, IAI, Paham, Puskesmas, Koramil, Polsesk, dan
lembaga ketrampilan hadir dalam rangka Penandatanganan perjanjian kerjasama
Balai Rehabilitasi Sosial watunas “Mulyajaya” Jakarta dengan Perguruan Tinggi
dan Mitra Kerja. Turut hadir Direktur RTS dan KPO Dr. Sonny W Manalu,MM dalam
kegiatan pagi ini.
Dalam sambutannya Ka Balai Sarino, Spd.Msi menyampaikan dengan adanya nota kesepahaman untuk kedepan masing-masing mitra kerja diharapkan memiliki program yang bisa disinergikan dengan balai, untuk pengembangan model pelayanan rehabilitasi. Salah
satunya balai yang sering digunakan untuk tempat praktek magang, praktikum mahasiswa diharapkan dengan adanya kajian, penelitian bisa dikembangkan oleh mitra sehingga
sama-sama saling bersinergi untuk mengembangkan pelayanan.
Direktur RTS dan KPO dalam menyambut baik adanya
penandatanganan kerjasama yang diselenggarakan oleh BRS Watunas “Mulyajaya”
Jakarta yang dilaksanakan diawal tahun. Keberadaan Balai memiliki cakupan layanan
yang lebih luas, lintas propinsi 34 propinsi, aspek penelitian, pengabdian oleh karena itu perlu mitra dalam
pelaksanaan
program tantangan yg luas kedepan target
unlimited penerima manfaat takterhingga. Prostitusi
saat ini semakin marak baik yang ada
lokalisasi maupun yang tersebar
melalui online, Indonesia memiliki 168 lokalisasi yang saat ini sudah ada 155
lokalisasi yang ditutup oleh pemerintah. Mereka dipulangkan kedaerahnya
masing-masing dsn diberikan bantuan modal usaha. Rata-rata yang memiliki
pekerjaan sebagai wanita tuna susila karena beberapa faktor antara lain faktor kemiskinan, Rendah
pendidikan (kebodohan), Moralitas dan keimanan hancur.Oleh krn itu dibuat rehab yang bisa merubah nasib. Itulah tugas Balai Rehabilitasi Sosial melakukan rehab sehingga perlu SDM yang
tangguh, bermitra dengan berbagai pihak demikian
sambutan Direktor RTS dan KPO
Tamu undangan yang hadir disambut dengan lantunan
rebana yang menjadi ciri khas dari penerima manfaat di BRS Watunas “mulyajaya”
Jakarta. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan kerjasama dan pemberian
kenang-kenangan dari balai ke mitra kerja.
Kegiatan yang berjalan dari pagi hingga siang hari
berlangsung secara khitmad dan lancar, semoga ini merupakan awal keberadaan
Balai yang baru dengan model layanan yang terus dikembangkan sehingga mampu
mencetak generasi wanita yang tangguh, beriman dan bermartabat.
Komentar
Posting Komentar