212

Langit ibu kota dalam dua tiga hari terakhir terlihat cerah, seakan mempersiapkan diri menyambut hajat yang akan diselenggarakan di 212. Terlihat pelangi menghiasi langit yang nampak indah menyaapa pagi hari, Matahari tanpa malu-malu keluar dari ujung timur menerangi alam raya seakan semua bersiap menyambut datangnya hari. Yaa.. 212 merupakan hari yang dinantikan semua umat muslim karena dihari itu akan diselenggarakan muhasabah secara besar-besaran di Monas dan sekitarnya. Pagi ini lagi-lagi langit bersahabat dengan bumi rintikan hujan yang membasahi tanah dipagi hari seakan untuk mengurangi polusi yang terjadi disepanjang jalan akibat lalu-lalang transportasi yang padat. Mulai pagi terlihat pengendara sepeda motor memakai baju putih putih melintasi jalan raya menuju Monas tempat diselenggarakannya aksi damai 212. Tak ada bunyi kendaraan yang berisik yang biasa digunakan orang-orang untuk demo melepas kenalpot, tak ada konvoi dijalan raya semua berjalan begitu teratur dan rapi  lalu lintas  berjalan lancar.
Media sosial tak henti-hentinya memberitakan peserta 212 berasal dari daerah yang harus ditempuh dengan jalan kaki karena alasan keamanan pihak transportasi tak menyediakan alat angkut namun tak ada rasa gentar sedikitpun dalam benak mereka, semua halang rintang dapat mereka hadapi dengan berbekal seadanya dan pakaian serba putih mereka melintasi jalan demi jalan menuju pusat kota. Ada rasa letih dari raut wajahnya namun semua tetap semangat. Saat rombongan pejalan kaki berpapasan dengan rombongan lainnya tak ada suara teriakan, bersikap arogan ataupun aneh-aneh mereka berjalan membentuk barisan panjang sekali, berpakaian serba putih beralaskan sandal terlihat keletihan dan kecapean namun nyata kelihatan tak ada paksaan sama sekali diwajah-wajah mereka. Meskipun berjalan kaki secara rombongan mereka tetap memberikan jalan bagi kendaraan yang melintas sungguh pandangan yang luar biasa.
Air mataku terjatuh saat menyaksikan begitu damainya aksi hari ini 212 ribuan umat berada disekitar lapangan Monas menggelar isthigosah bermuhasabah memuji padaNya. Semua terlihat rapi dan damai. Sepanjang sejarah mungkin baru kali ini terjadi sholat jum”at terbesar dan terpanjang dalam sejarah lagi-lagi langitpun bersahabat dengan alam. Matahari tak menampakan sinarnya seakan memberikan tempat awan untuk menjaga alam siang itu tetap sejuk dan damai. Sungguh semua atas KuasaNya, Lagi-lagi tak sanggup aku menahan air mataku terjatuh karena mengagumi keagunganNya sungguh Maha Besar Alloh .
Sejenak ku tertegun …..
Inilah kuasaMu Engkau yang membolak balikkan bumi beserta isinya. Lamunanku dikagetkan dengan sosok anak kecil yang menyodorkan tangannya memberikan salam karena usai menjalankan sholat jum’at berjamaah. Terlihat rasa letih dan kurang tidur diwajahnya karena tadi malam harus menginap disekitaran Monas dengan alas seadanya namun senyum mengembang terus dia keluarkan dari bibir mungilnya. Adik datang dengan siapa dari mana sapaku dia menjawab sebut saja nama Lintang (bukan nama sebenarnya) berasal dari Kota S datang ke Jakarta setelah menempuh perjalanan panjang dua  hari dua malam karena harus berjalan kaki. Subanaalloh aku malu pada diriku sendiri aku merasa tak ada apa-apanya di banding dengan pengorbanan mereka datang dengan berpuluh-puluh kilo. Kemudian lintang menceritakan kedatangannya mewakili ayahnya yang saat ini sedang sakit, ayahnya punya keinginan kuat untuk datang karena konndisi badannya yang tidak memungkinkan akhirnya lintang yang berangkat beserta rombongan lainnya.Berulangkali lintang membetulkan letak duduknya mungkin kakinya lelah ingin menyelonjorkan kaki namun sungkan karena masih banyak disekelilingnya yang sedang berdoa. Aku sedikit merapatkan dudukku dan memberikan tempat bagi lintang untuk beristirahat sejenak. Semua yang hadir menggunakan pakaian serba putih seakan tidak memberikan batas bagi siapa saja tidak memandang jabatan, pangkat bahkan kaya atau miskin semua sama datang dengan satu tekad dan tujuan bermusahabah memohon petunjuk menegakan keadilan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal lebih dekat Panti Sosial Karya Wanita “Mulya Jaya “ Jakarta

Handycraft

Menggapai Asa di Panti Sosial Karya Wanita “Mulya Jaya” Jakarta