Dibalik Kehidupan Semu Penghibur Malam
Tersimpan banyak cerita dalam menjalani kehidupan wanita malam, sebagai seoramanusia hidup merupakan pilihan dan bekerja malam adalah pilihan sebagian orang wanita. Pekerjaan yang dianggap cepat mendatangkan rupiah secara instan dilakoninya, beranggapan itulah yang terbaik guna memenuhi kebutuhan keluarganya. Mereka adalah sosok yang kuat dan  tangguh selain bekerja mereka juga  harus  membagi waktunya untuk keluarga dan pekerjaan. Saat matahari mulai tenggelam diupuk timur , para pekerja yang lain pulang kerumah untuk beristirahat berkumpul dengan keluarga.  Waktu berjalan  dan malampun tiba sang wanita malam  mulai keluar dengan dandanan menor dan pakaian sexy highheels yang terkesan dipaksakan meski jalan dengan pincang-pincang tak dihiraukan. Lenggak lenggok dan senyum merekah dari bibirnya senantiasa dipertontonkan tuk sekedar menarik perhatian lelaki hidung belang berteman dengan asap rokok suara music hingar bingar dan minuman beralkohol seakan menjadi hal biasa yang harus dilakoninya hingga dini hari tak jarang pula hingga pagi hari.
Ironis bekerja hingga dini hari meninggalkan anak dan keluarga dirumah, membiarkan anak belajar, tidur tanpa dampingan seorang ibu. Sepulang bekerja dipagi hari tak jarang sang wanita  harus menyiapkan kebutuhan  sekolah, membuat sarapan dan  mengurus keperluan rumah tangga lainnya. Wanita super women sebutan yang layak bagi mereka tak hanya sekedar kasur, dapur dan sumur namun mencari  nafkah juga harus dipikul dipundaknya. Rata-rata sebagian besar dari perempuan pekerja malam adalah single parent, berstatus sebagai istri simpanan/siri hal ini berdasarkan survey disalah satu lembaga dan pengamatan. Mereka rela menjadi istri kedua tuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya namun tak jarang pemberian nafkah dari suami siri tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang semakin hari smakin meningkat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal lebih dekat Panti Sosial Karya Wanita “Mulya Jaya “ Jakarta

Handycraft

Menggapai Asa di Panti Sosial Karya Wanita “Mulya Jaya” Jakarta