Demam Batu

Warga Pacitan dilanda demam batu Kalsedon - Rela gali tegalan hingga ...
Siapa yang tidak kenal dengan batu akik, mulai perempuan, laki-laki baik usia tua, muda, anak dari berbagai kalangan membicarakan batu akik, bahkan dimedia sosial begitu gencar menayangkan dan membahas tentang batu akik,di televisi ,  twitter, facebook sampai masuk dalam  aplikasi di smartphone bahsan tentang batu sungguh sesuatu banget.

Pamor batu yang melejit  bagaikan jamur yang sedang mewabah, seakan semua orang kembali kejaman batu disetiap sudut gang maupun jalan dengan mudah  kita temui pengrajin batu , bahkan dalam sehari entah berapa ton batu digosok,ditempa menjadi cincin yang siap diperjual belikan, karena harga yang sangat menggiurkan dan fantastis. Terkadang orang awam akan berdecak heran karena harga yang ditawarkan begitu tinggi hingga tak heran banyak orang berpindah profesi karena tergiur rupiah yang menjanjikan. 

Bahasan tentang batu  seakan tidak pernah ada habisnya dibahas bahkan sudut pandang dari agama juga diberitakan sungguh suatu hal yang sedang booming saat ini. Pertanyaan  saya sampai kapan semua ini akan  terjadi. Bagaikan hipnotis yang sanggup menghipnotis siapa saja yang menyenanginya. sungguh sangat ironis sekali negeri ini diperbudak oleh alamnya sendiri. Lalu seberapa pedulinya kita pada alam tercinta ini, hutan, gunung, lahan ditambang, digali demi mencari batu yang diinginkan tanpa mengembalikan seperti keadaan semula. Bagaimana nasib anak cucu nantinya ????

 Alam  memberi kita kedamaian ,memberi kita kesegaran dan kenyamanan tinggal, kemudahan untuk mencari makan dan lihatlah disekeliling kita  tanah yang subur, air yang jernih , hasil bumi dan laut yang melimpah akankah hilang begitu saja hanya karena keserakahan dan keinginan mendapatkan bongkahan batu.Sepertinya itu hanya kesenangan  sesaat lambat laun trend tentang batu akan memudar sebagaimana dengan tanaman anthorium kala itu. Sebelum Tuhan marah dengan kita , mari kita  sama-sama melakukan instropeksi diri siapa lagi yang bertanggung jawab  menjaga alam kalau bukan manusia itu sendiri, alangkah indahnya jika setiap manusia menyadari dan tidak merusak alam negeri tercinta ini.

Tidak adil rasanya alam yang begitu indah, subur dan eksotik dirusak, digali dan ditambang tanpa dikembalikan seperti semula. Sadarkah semua yang telah dilakukan, merusak alam tanpa memikirkan dampak/bahaya yang mengancam. Alloh menciptakan alam beserta isinya ini agar manusia bisa bersinergi, tidak berlebihan dan tidak melakukan eksploitasi.
Karena itu selayaknya kita mensikapi nya secara arif dan bijaksana.  my



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal lebih dekat Panti Sosial Karya Wanita “Mulya Jaya “ Jakarta

Handycraft

Menggapai Asa di Panti Sosial Karya Wanita “Mulya Jaya” Jakarta