Kekuasaan dan Kekayaan Hanya Titipan
Tak ada yang abadi didunia ini, semua hanya titipan sang Illahi ibarat Roda selalu berputar pada porosnya terkadang diatas namun juga dibawah. Alangkah tidak bijaknya menggunakan kekuasaan dan kekayaan untuk berbuat semena-mena pada orang lain (menganggap remeh bawahan memposisikan sebagai majikan bak raja dalam dongeng)
Falsafah jawa mengatakan "Elinga yen bandha iku gampang ilang (sirna) pangkat sawayah wayah bisa oncat" yang artinya Kekayaaan itu gampang sekali jalannya untuk hilang,jabatan sewaktu-waktu tidak dijabat lagi (sebab jabatan itu adalah titipan)
Memegang jabatan merupakan amanah yang harus dilaksanakan penuh tanggung jawab, realita yang kita lihat saat ini banyak sekali mereka yang memiliki kekuasaan berakhir di dalam jeruji besi KPK, apa yang terjadi diera modernisasi saat ini patut menjadi perenungan kita bersama. Haruskah kita biarkan berlanjut sampai keturunan kita nanti ataukah kita putus disini.
Kesombongan diri akan mencelakakan diri, semua yang kita miliki hanya sebatas duniawi kecuali tiga amalan yang akan kita bawa mati " Amal sedekah , ilmu yang berguna bermanfaat bagi orang lain,anak yang sholeh yang mendoakan kedua orangtuanya" smoga kita memilikinya.
Bencana yang negeri kita tercinta Indonesia datang bertubi silih berganti menimpa Menado "banjir", Sinabung "gunung meletus", Kediri gunung meletus dan lahar dingin begitu cepat kejadiannya tanpa sempat menyelamatkan harta benda semua hilang,lenyap tanpa tersisa.
Duhai Ya Rohman,Ya Rohim semua ini hanya titipan,tidak lain tidak bukan.Beri kami kesadaran, beri kami petunjuk, selalu berada dijalanMu. Jauhkanlah perasaan merasa lebih dibanding orang lain, walau sekecil apapun.
Falsafah jawa mengatakan "Elinga yen bandha iku gampang ilang (sirna) pangkat sawayah wayah bisa oncat" yang artinya Kekayaaan itu gampang sekali jalannya untuk hilang,jabatan sewaktu-waktu tidak dijabat lagi (sebab jabatan itu adalah titipan)
Memegang jabatan merupakan amanah yang harus dilaksanakan penuh tanggung jawab, realita yang kita lihat saat ini banyak sekali mereka yang memiliki kekuasaan berakhir di dalam jeruji besi KPK, apa yang terjadi diera modernisasi saat ini patut menjadi perenungan kita bersama. Haruskah kita biarkan berlanjut sampai keturunan kita nanti ataukah kita putus disini.
Kesombongan diri akan mencelakakan diri, semua yang kita miliki hanya sebatas duniawi kecuali tiga amalan yang akan kita bawa mati " Amal sedekah , ilmu yang berguna bermanfaat bagi orang lain,anak yang sholeh yang mendoakan kedua orangtuanya" smoga kita memilikinya.
Bencana yang negeri kita tercinta Indonesia datang bertubi silih berganti menimpa Menado "banjir", Sinabung "gunung meletus", Kediri gunung meletus dan lahar dingin begitu cepat kejadiannya tanpa sempat menyelamatkan harta benda semua hilang,lenyap tanpa tersisa.
Duhai Ya Rohman,Ya Rohim semua ini hanya titipan,tidak lain tidak bukan.Beri kami kesadaran, beri kami petunjuk, selalu berada dijalanMu. Jauhkanlah perasaan merasa lebih dibanding orang lain, walau sekecil apapun.
Komentar
Posting Komentar